Tempat Liburan Raja Ampat Papua

Raja Ampat Surga Kecil di Indonesia

Posted on

Tempat wisata Raja Ampat sudah dikenal luas baik oleh wisatawan domestik maupun mancanegara. Tak heran bila tempat ini selalu menjadi idaman bagi para wisatawan untuk dikunjungi. Kemolekan tersebut tidak hanya terhampar di atas daratan saja dari dasar lautan hingga puncak gunung menawarkan beribu-ribu keindahan untuk dinikmati.

Tim blog tips wisata murah termasuk salah satu orang yang beruntung karena dapat mengunjunginya. Raja Ampat adalah salah satu kabupaten di Provinsi Papua Barat dengan ibukota Waisai yang terletak di pulau Waigeo. Di kapupaten ini ada sekitar 610 pulau kecil dan empat pulau besar – Pulau Waigeo, Misool, Salawati, dan Batanta.

Perjalanan tim tipsjalan.com dimulai dari Sorong dan dilanjutkan menuju Waisai. Menuju Waisai hanya dapat ditempuh dengan speedboat yang hanya beroperasi sekali dalam sehari setiap pukul 14.00 waktu setempat. Di kota Waisai ini, kita akan disambut dengan keindahan Pantai WTC (Waisai Torang Cinta) dengan suguhan utama pemandangan sunrise.

Di Waisai masih jarang kita temui kendaraan umum, hanya ada beberapa ojek dan mobil sewaan saja. Untuk berkeliling di pulau-pulau kecil, kita dapat menyewa speedboat berkapasitas 7-8 penumpang dengan harga Rp 20-30 juta untuk 3 hari.

Daftar Tempat Wisata di Raja Ampat dan Sekitarnya

Tempat Liburan Raja Ampat Papua

Wayag
Destinasi favorit adalah Pulau Wayag, yang bisa ditempuh selama 3-4 jam perjalanan dengan speedboat dari Waisai. Sepanjang perjalanan kita akan disuguhi pemandangan alam yang indah dan melewati beberapa snorkeling spot yang cantik, yang sayang untuk tak diabadikan.

Tiba di Pulau Wayag, kita wajib lapor ke petugas konservasi yang betugas di sana. Kita harus menunjukkan PIN Raja Ampat yang sudah kita beli sebelum masuk ke wilayah Raja Ampat. Dilanjutkan menuju tempat pendakian di pantai pasir putih yang bersih dan cantik. Dari sinilah pendakian ke puncak bukit dimulai. Jangan dibayangkan seperti pendakian gunung di Jawa, bukit yang didaki ini adalah bukit karang yang terjal. Dibutuhkan waktu sekitar 45-60 menit untuk sampai di puncak bukit.

Sampai di puncak bukit, terhampar di depan mata pemandangan gugusan pulau-pulau kecil di sekitar Wayag yang sungguh luar biasa cantik. Bidikan kamera tiada henti mengabadikan keindahan ciptaan- Nya ini. Rasa lelah hilang sesaat dan tak terpikirkan akan turun lagi dengan perjuangan yang tidak kalah berat, dan lebih menantang dari pendakiannya.

Piaynemo
Wayag yang sempat ditutup oleh warga setempat membuat wisatawan kecewa. Namun bukan Raja Ampat namanya kalau tidak punya spot pengganti. Piaynemo, sebuah pulau yang terletak di ujung dan terpencil, dapat ditempuh dalam 3-4 jam dari Waisai. Di area ini hanya ada sebuah homestay dan tidak ada sinyal ponsel sama sekali. (baca juga Menikmati Keindahan Pulau Raja Ampat Papua Barat)

Di sinilah tempat yang asik untuk benar-benar berlibur tanpa gangguan pekerjaan. Di sini pula kita bisa melihat pemandangan pulau-pulau kecil dari atas bukit. Bukit karang yang tajam dan terjal merupakan ciri khas perbukitan di Raja Ampat. Banyak yang bilang Piaynemo adalah Wayag kecil. Dalam perjalanan menuju pulau ini, bawalah perlengkapan renang karena akan banyak kita temui spot yang bagus untuk snorkeling.

Desa-desa
Selain pulau-pulau yang menyajikan pemandangan alam yang indah, Raja Ampat juga memiliki beberapa pulau atau desa wisata yang menarik untuk dikunjungi. Beberapa desa yang sempat kami kunjungi antara lain Arborek, Sawingray, dan Yenbuba. Desa- desa tersebut menawarkan obyek menarik yang cocok untuk memotret human interest.

Biasa dikenal dengan sebutan Desa Wisata Arborek, Pulau Arborek berjarak sekitar 60-90 menit dari Waisai. Luasnya yang hanya sekitar tujuh hektar sehingga tidak akan banyak memakan waktu untuk mengelilinginya. Terdapat sekitar 150 keluarga yang mendiami desa ini.

Sebagian besar penduduk di sini cukup andal membuat kerajinan topi dan tas tali (noken). Pekerjaan ini dilakukan oleh sebagian besar wanita, sementara para laki-laki kebanyakan bekerja sebagai nelayan. Anak-anak di desa Arborek sangat ramah dan menyenangkan. Mereka akan berlarian menyambut kedatangan wisatawan dan sangat senang diajak berfoto bersama, apalagi jika kita bawakan permen untuk mereka. Permen bagi mereka adalah sebuah “pipa perdamaian.” Mereka pun tidak akan sungkan- sungkan menyanyikan lagu khas Raja Ampat untuk menghibur kita.

Seperti halnya di Arborek, di Desa Sawingray kita akan disambut oleh keceriaan anak-anak yang akan berlarian ke dermaga saat speedboat kita bersandar. Dengan ramahnya, mereka akan memberikan senyuman dan berinteraksi dengan pengunjung.

Desa ini terkenal dengan konservasi satwa burungnya. Di desa ini kita akan melihat langsung burung cenderawasih dan beberapa jenis burung khas Papua lainnya. Dalam waktu tertentu, sekitar pukul 7-8 pagi atau 4-5 sore, aneka burung akan berterbangan di sekitar desa ini dan bermain-main di sekitar pantai.

Keindahan alam bawah laut di desa Sawingray tidak kalah cantik dengan tempat lainnya. Dari dermaga bisa kita saksikan ikan-ikan yang berenang dari satu terumbu karang ke terumbu karang lainnya. Pantai di Sawingray ini agak lebih berarus sehingga bagi yang tidak mahir berenang, sangat tidak disarankan untuk bermain-main di laut tanpa pelampung dan pengawasan.

Sama seperti di Arborek dan Sawingray, sebagian besar masyarakat di Desa Yenbuba berprofesi sebagai nelayan. Masyarakatnya terkenal sangat arif dan ramah. Di Yenbuba, jumlah dan variasi ikannya lebih banyak dan beragam karena penduduknya sangat menjaga kelestarian laut dan sekitarnya, dan menjadikan kawasan tersebut sebagai area wisata laut.

Di desa ini kita harus snorkeling untuk melihat keindahan taman laut dan ikan-ikannya yang cantik dan beraneka. Lautnya lebih dalam dan arusnya lebih kuat. Jangan lupa membawa peralatan memotret underwater Anda ketika di sini.

Selain keindahan bawah laut, yang menarik di Yenbuba adalah sunset-nya yang sangat dramatis. Gradasi warna saat matahari tenggelam sangat memukau. Pencinta fotografi tidak akan menyia- nyiakan kesempatan ini untuk mengabadikannya. Sampai benar-benar gelap, barulah kami rela meninggalkan Yenbuba.

Misool
Pulau Misool merupakan satu dari empat pulau besar yang berada di Raja Ampat. Sebagian besar wisatawan biasanya hanya mengunjungi wilayah Pulau Waigeo dan sekitarnya. Padahal, Misool juga punya daya tarik yang tidak kalah dibandingkan dengan Wayag, Piaynemo dan sekitarnya.

Perjalanan dari Sorong ke Misool memakan waktu sekitar 3-4 jam menggunakan speedboat. Obyek menarik untuk dikunjungi di pulau ini di antaranya Bukit Harfat (Harfat Hill), Gua Keramat dan Gua Tengkorak Tomolol, Balbulol, Dafalen, dan Danau Ubur-ubur.

Bukit Harfat merupakan sebuah bukit di daerah Dapunlol. Sama halnya seperti di Wayag dan Piaynemo, wisatawan diajak mendaki bukit karang yang terjal, namun agak terbantu karena sudah dibuat jalan setapak dan tangga bambu untuk memudahkan wisatawan menaiki bukit.

Sesampainya di puncak bukit, kita disuguhi pemandangan alam yang sangat cantik dari empat sisi yang berbeda. Inilah salah satu kelebihan Bukit Harfat dibandingkan dengan Wayag, karena di Wayag kita hanya dapat menyaksikan pemandangan dari satu sisi saja. Kita dapat lebih leluasa dalam mengabadikan keindahan pemandangan dari puncak bukit.

Gua Keramat dan Gua Tengkorak yang terletak di Tomolol dahulunya adalah pusat kerajaan Misool. Di dalam Gua Keramat terdapat batu berbentuk singgasana raja yang konon adalah tempat duduk Raja Misool. Untuk menyusuri gua tersebut kita harus berenang, dan di ujung gua akan kita temui sebuah danau kecil di antara tebing karang. Di tebing karang banyak ditemukan jejak tulisan dan cap tangan prasejarah. Persiapkan peralatan memotret underwater Anda saat mengunjungi lokasi ini.

Tak jauh dari Gua Keramat, terdapat Gua Tengkorak yang pada tebingnya dipenuhi tengkorak-tengkorak manusia zaman dahulu yang hidup di dalam gua. Walaupun namanya terdengar menakutkan, wisatawan tidak akan merasakan kesan seram karena di sekitar gua terdapat pemandangan bukit karang hijau yang sangat memukau.

Balbulol merupakan kepulauan kecil dengan rangkaian pegunungan dan piramida karang. Jika naik ke atas bukit, kita dapat menyaksikan keindahan dari dua sisi yang berbeda; di satu sisi tampak bukit karang yang tinggi menjulang seperti gerbang, dan sisi yang lain kita menyaksikan lautan lepas. Di sini juga, pencinta alam bawah laut bisa puas melakukan snorkeling atau diving; suguhannya adalah terumbu karang warna- warni dan ikan-ikan cantik, yang tentunya sangat sayang untuk dilewatkan.

Selain Balbulol, Dafalen menjadi spot andalan bagi pencinta alam bawah laut. Biasanya wisatawan tidak puas hanya ber-snorkeling karena semakin menyelam ke dalam, kecantikan terumbu karang dan ikan dengan berbagai bentuk dan warna semakin banyak. Di sini, diver merasa seperti menemukan surganya.

Sementara itu, Danau Ubur-ubur ini merupakan danau air payau yang terletak di antara bukit karang yang menjulang di antara lautan Misool. Untuk mencapai ke danau ini kita harus melakukan pendakian ke bukit karang yang tajam dan terjal, lalu turun lagi di sisi yang berbeda.

Kita dapat berenang atau snorkeling bersama ubur- ubur di sana. Ada jutaan ubur-ubur berwarna coklat kekuningan – cenderung oranye – di dalam danau ini; warga setempat menyebutnya papeda laut. Ubur- ubur di danau ini jinak dan tidak menyengat ataupun beracun. Kita bisa puas menyelam sambil memotret interaksi ubur-ubur dengan para penyelam.

Mengeksplorasi tempat liburan Raja Ampat Papua memang melelahkan. Namun, kelelahan fisik itu sangat sepadan dengan yang kita peroleh. Raja Ampat, Papua, memang surga kecil yang diturunkan Tuhan ke bumi Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *